Bedanya Anak Laki-laki dan Perempuan…

25 Mei 2009 Andari

Ternyata perkembangan otak anak laki-laki dan anak perempuan ga sama lhooo……Ini saya ketahui saat saya ikut seminar “Mengoptimalkan Kecerdasan INTERPERSONAL DAN INTRAPERSONAL ditinjau dari GAYA BELAJAR” di hotel Royal Corner tgl. 9 Mei 2009.

  1. Otak kiri anak perempuan berkembang lebih cepat dari anak laki-laki
  2. Otak kanan anak laki-laki berkembang lebih cepat dari anak perempuan
  3. Otak kanan anak laki-laki berkembang dan bertumbuh lebih cepat dari otak kirinya
  4. Pada anak perempuan, perkembangan otak kanan dan kirinya relatif lebih seimbang

Dengan adanya perbedaan ini akan terlihat kemampuan berbicara pada anak perempuan akan lebih cepat dari anak laki-laki. Jadi, para orang tua jangan heran kalau pada usia yang sama, balita, anak perempuan akan lebih cerewet ketimbang anak laki-laki. Pada usia dini, anak perempuan akan lebih mudah belajar bahasa dari anak laki-laki.

Pada usia yang sama, untuk belajar membaca, anak laki-laki akan lebih mudah diajari dengan menggunakan gambar. Stimulasi bisa diberikan melalui mainannya. Neuron-neuron pada otak kiri anak laki-laki baru akan tersambung pada usia 6 tahun, sehingga disarankan pada orang tua untuk memasukkan anak laki-lakinya ke SD setahun lebih tua dari anak perempuan. Hal ini tidak saja karena pertimbangan perkembangan otaknya, tapi juga perkembangan emosinya. Ketika di sekolah, jika terjadi sedikit gesekan antar lawan jenis, anak perempuan kemungkinan akan menumpahkan emosinya melalui kata-kata, tetapi anak laki-laki, karena kemampuan verbalnya belum matang, hanya akan diam, melongo… dan jika hal ini terjadi terus menerus akan menyebabkan anak frustasi. So..kita ga mau kan anak-anak kita mogok sekolah hanya karena ga bisa ngomong di sekolah..?

Dengan adanya perbedaan perkembangan antara otak kiri dan otak kanan pada anak laki-laki, maka pada usia dini, anak laki-laki akan lebih suka menggambar dari pada menulis dan membaca. Padahal kita tahu sendiri, persyaratan masuk SD saat ini adalah anak sudah harus bisa membaca dan menulis dengan lancar. Bagaimana jadinya anaka kita jika kita sebagai orang tua memaksakan memasukkan anak kita ke SD sementara perkembangan otaknya belum tumbuh dengan sempurna? Kasihan anak-anak kita….

Saya mempunyai seorang teman. Anaknya laki-laki, saat ini telah duduk di bangku SMP kls 1 di sekolah yang cukup favorit di kota saya. Saat pertama masuk SD, dia tidak mau menulis bahkan untuk ulangan pun dia tidak mau sehingga gurunya berinisiatif untuk memberinya ulangan secara lisan. Saking tidak maunya dia menulis, si ibu sering mengatakan sambil bercanda bahwa buku anaknya adalah buku yang paling bersih di sekolah. Maksudnya ‘bersih’ karena tidak ada satu huruf pun yang tertulis di buku itu. Tapi hal itu tidak berlangsung terus menerus. Dengan pengertian dan kesabaran gurunya, akhirnya, ketika tiba waktunya otak si anak matang, dia mau menulis seperti teman-temannya yang lain.

Jadi, sebagai orang tua, sebaiknya kita lebih bijak menghadapi anak, jangan memaksakan kehendak kita hanya agar anak terlihat hebat di mata orang lain. Jangan terobsesi pada keinginan-keinginan kita yang dulu belum terwujud sehingga membebani anak-anak kita. Terima mereka apa adanya…. sehingga anak bahagia kita pun tentu akan bahagia….

Entry Filed under: eh tau ga...?

6 Comments Add your own

  • 1. dedekusn  |  25 Mei 2009 pukul 17:32

    Sy baru tahu ba… Makasih ya infonya…

  • 2. andari  |  28 Mei 2009 pukul 13:15

    mudah-mudahan bermanfaat….

  • 3. novita  |  1 Juni 2009 pukul 22:08

    klo kasusnya spt davin, baiknya gimana mbak?

    • 4. andari  |  2 Juni 2009 pukul 09:30

      maaf.. maksudnya kasus Davin yang gimana ya?

      • 5. novita  |  4 Juni 2009 pukul 20:02

        davin kan sudah TK B, mau masuk ke SD tapi davin baru mau 6th bulan juli nanti. mau saya ulang di TK lagi..tapi davin gak mau. mau daftar ke SD tahun ini tapi hati saya sreg umur 7th. apa saya “cutikan” 1th, masa sih..?
        ntar beranten terus dong sama saya…hehehe
        sebelumnya trims ya

        • 6. andari  |  5 Juni 2009 pukul 06:51

          kalo mau di’cutikan’ berarti mamanya harus punya waktu lebih untuk Davin. ya seperti home schooling gitu… banyak yang bisa dikerjain..yang pasti harus kenal dulu karakter belajar anak. bahan2 pelajarannya bisa diambil di internet. trus ajak juga anak untuk mengunjungi tempat-tempat, seperti kebun binatang, taman bermain, mis. taman lalu lintas, atau ke pasar, naik kereta api, dll. buat jadwalnya…
          kalo tetep mau masuk SD, harus cari SD yang mau memahami anak. artinya guru bisa diajak kerja sama, mau mendengarkan pendapat orang tua. orang tua juga ga boleh lepas tangan. anak diserahin ke sekolah trus menganggap sekolah yang bertanggung jawab sepenuhnya… jadi semua harus ikut andil demi masa depan anak. OKE…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: