Perbedaan Laki-laki dan Perempuan…

27 Mei 2009 Andari

Sebuah perbedaan memang tidak bisa dihindarkan, sudah menjadi fitrah, manusia diciptakan oleh Allah SWT berbeda-beda. Sebuah perbedaan bukanlah sebuah masalah yang harus disikapi dengan keterlaluan, bagaimana sebuah perbedaan itu bisa kita sikapi untuk mencari sebauh persamaan. Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini diciptakan berbeda-beda, ada laki-laki dan ada perempuan. Karakter yang dimiliki pun berbeda-beda, walaupun tidak terlepas dari persamaan karakter yang dimilikinya.

Perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan juga bersumber dari perbedaan anatomi otaknya. Perbedaan ini menyebabkan perempuan lebih ekspresif dalam menghadapi sesuatu dibandingkan laki-laki. Sebagai contoh, ketika kita berjumpa dengan teman lama, apa yang dilakukan oleh perempuan? Mereka akan dengan ekspresifnya menyapa, bahkan bisa sambil menjerit, melompat, berpelukan, cipika-cipiki, berbicara ngalor ngidul dan lain-lain. Tetapi laki-laki, hanya bisa menyapa, hai, kemudian berjabatan tangan, mungkin sedikit memeluk tapi yang pasti tetap tenang. Coba kalau kita bayangkan hal itu terjadi berkebalikan. Sangat tidak wajar bukan?

Selain itu, otak wanita mempunyai corpus colosum yang lebih tebal dari laki-laki. Hal ini menyebabkan wanita dapat mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, tetapi laki-laki hanya dapat mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu. Hal ini juga disebabkan karena otak laki-laki terbagi-bagi dan diatur untuk memusatkan perhatian pada satu hal khusus.

Sebagai contoh, seorang wanita bisa memasak sambil menyuapi anaknya makan, mencuci piring, mengontrol cucian di mesin cuci dan tidak ketinggalan nonton gosip di TV, dalam satu waktu yang bersamaan. Tetapi laki-laki jika sudah nonton acara TV favoritnya, dia akan fokus pada tontonannya itu, dan tidak akan berpaling hanya dengan disapa. Hal ini yang sering kali juga membuat jengkel para istri, karena merasa di’cuek’in sama suaminya… Padahal cara mengatasinya mudah, hampiri saja, sapa dengan menepuknya (membelai juga boleh), setelah dia berpaling dari TV-nya, baru ajak bicara. Pasti nyambung.

Di samping itu, Terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dan dapat berakhir dengan keributa. Laki-laki dewasa, dalam sehari akan mengucapkan 2000-4000 kata, 1000-2000 bunyi vokal, dan 2000-3000 gerakan bahasa tubuh. Sedangkan wanita dewasa akan mengucapkan 6000-8000 kata, 2000-3000 bunyi vokal, dan 8000-10.000 gerakan bahasa tubuh. Sehingga jika dijumlahkan, laki-laki dewasa rata-rata akan mengeluarkan kata-kata sebanyak 7000-8000 kata sementara wanita dewasa 16.000-20.000 kata. Perbedaan yang sangat mencolok bukan??

Hal inilah yang menyebabkan wanita terlihat lebih ekspresif dan lebih cerewet dari pada laki-laki. Wanita yang pendiam pun (16.000 kata) bahkan masih memiliki perbendaharaan kata 2x laki-laki. Subhaanallah. Sebagai contoh juga, seorang suami pulang dari kantor, dimana ia harus banyak berbicara dalam meeting di kantornya, ataukah ia serang tenaga marketing yang dituntut untuk banyak berbicara untuk menawarkan barang dagangannya, ataukah ia seorang penulis, yang karena dituntut deadline, menyelesaikan satu buku yang cukup tebal dalam sehari. Bisa jadi saat pulang ke rumah, 8000 kata persediaannya telah habis dikeluarkan, sehingga ketika istri bertanya, sang suami hanya menjawab….”hmmmm…”. Istrinya yang tidak paham, bahwa perbendaharaan kata suaminya telah habis di kantor tadi, tentunya akan merasa tidak dihargai oleh suami, padahal masih banyak cerita yang ingin ia ungkapkan mulai dari kekesalannya menghadapi anak-anak yang tidak mau diam, pembantu yang lelet, tetangga yang punya mobil baru, ataukah gosip artis di TV yang ditontonnya tadi siang. Tapi apa mau dikata memang begitulah Allah menciptakannya. Suami pun yang mungkin lelah sepulang dari kantor, bisa jadi kesal, kok istrinya cerewet banget, ga tau apa orang capek.

Atau pun juga kasus seorang istri yang mengirim sms kepada suaminya hingga hampir tiga sms bersambung, ternyata hanya mendapatkan jawaban sepatah kata dari suaminya. Jangan berburuk sangka dulu karena memang begitulah adanya.

Memang, ketidakpahaman kita satu sama lain dapat menyebabkan terjadinya keributan-keributan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Untuk itu, setelah kita paham perbedaan yang ada antara laki-laki dan perempuan seperti yang telah diuraikan di atas, mudah-mudahan, tidak perlu terjadi lagi keributan-keributan yang disebabkan oleh perbedaan itu. Karena meskipun kita ngotot bahwa kita benar dan yang lain yang salah, tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Pahami saja, dan coba untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Dengan demikian, yang dibutuhkan kita hanyalah saling pengertian antara satu dan lainnya dengan tetep mengedepankan sikap toleransi dengan menghargai sebuah perbedaan yang ada.

Entry Filed under: eh tau ga...?

One Comment Add your own


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: