Dari Supir Taksi

2 Juni 2009 Andari

“Ambillah Hikmah dari mana pun kata hikmah itu keluar”. “Hikmah adalah harta benda seorang mukmin yang hilang”. Sering kita mendengar ungkapan-ungkapan tersebut, ada yang berpendapat bahwa ungkapan itu merupakan salah satu hadist Nabi Muhammad SAW, dan ada juga yang berpendapat bahwa itu bukan hadist dan mengklaim bahwa itu adalah hadits maudhu’ dan hanya ungkapan dari para ulama. Sayyidina Umar RA pernah berkata : “Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yang mengatakan”.

Saya mempunyai pengalaman pribadi yang sangat terkesan hingga saat ini. Kejadian ini sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu sampai saya sendiri lupa tahun berapa. Saat itu saya ada janji dengan seorang teman, di sebuah mal. Untuk mempercepat perjalanan, saya memilih naik taksi dari pada naik angkutan kota.

Saya tidak ingat awal mulanya bagaimana, tapi kemudian saya terlibat obrolan yang menarik dengan pak sopir taksi tersebut. Dia menerangkan pentingnya shalat lima waktu dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lain. Menurutnya shalat itu nilainya 1 sedangkan ibadah lain nilainya 0. Nilai 0 akan mempunyai arti jika ada angka 1 di dalamnya. Artinya semua ibadah tidak akan bernilai jika kita tidak melaksanakan shalat. Sebagai contoh, kita puasa nilainya 0, kita bersedekah nilainya 0. Kemudian kita shalat baru dapat nilai 1. Setelah itu kita membaca Al Qur’an, tambahkan 0 di sebelah 1 menjadi 10. Lalu kita puasa, tambahkan lagi 0 menjadi 100. Begitu seterusnya.

Pemikiran yang tampaknya sederhana tapi sangat berkesan untuk saya. Apalah artinya ibadah-ibadah kita yang lain tanpa shalat. Karena memang shalat itu adalah tiangnya agama. Tanpa tiang sebuah bangunan bukanlah bangunan hanya berupa pelataran belaka.

Entry Filed under: hikmah

4 Comments Add your own

  • 1. nakjaDimande  |  3 Juni 2009 pukul 22:37

    aku pernah baca “Anggukan Universal”
    dimanapun kau temukan kebenaran.. dari manapun kebenaran itu keluar, bila itu adalah benar maka kau akan mengangguk.. siapapun dirimu..

    • 2. andari  |  4 Juni 2009 pukul 00:15

      kalo ga salah, peristiwa ini terjadi saat kita janjian ketemuan di Kepatihan…. di depan Mc D… inget ga Bun?

  • 3. ichsan wahyudhi  |  8 Juni 2009 pukul 15:11

    jangan pernah menilai seseorang dari penampilan, pandidikan, atau status kehidupannya; tetapi menilai orang dari tingkah laku dan hatinya…

    • 4. andari  |  8 Juni 2009 pukul 15:47

      betul sekali… yang penting kita buka mata, buka telinga dan buka hati… karena ilmu bisa kita dapatkan dimana pun, kapan pun dan dari siapa pun….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: