Ikhlas Saat Memberi………….

20 Oktober 2009 Andari

Tulisan ini sebenarnya telah saya tulis sekitar sebulan yang lalu..tidak lama setelah terjadinya gempa Jabar..dan hanya saya kirimkan kepada seorang teman. Tapi setelah sekian lama, saya pikir ga ada salahnya berbagi juga dengan yang lain. Ini hanya sebuah pemikiran dari pengalaman pribadi, baik yang dialami sendiri maupun ketika menjadi tempat curhat seseorang atau hanya dari cerita yang saya baca. Mudah-mudahan bermanfaat.

Gempa yang baru terjadi..akibat yang ditimbulkannya..serta sikap para korban yang marah dan protes sama Allah..entah kenapa membuat saya penasaran dan ga berhenti berpikir..dan ternyata Allah sedang mengajak saya untuk mengingat kelakuan saya sendiri dan orang-orang di sekeliling saya…
Memang kejadiannya sama sekali berbeda tapi mungkin intinya sedikit mirip..

Kisah pertama
Sebagai seorang ibu, pastilah sesekali saya ingin membuat anak senang dengan membelikan sesuatu. Contoh boneka barbie. Seperti kita tau, barbie adalah boneka cantik yang memiliki rambut yg indah. Layaknya orang tua pada umumnya tentu saya ingin boneka yang saya belikan tersebut dijaga, dirawat, dan digunakan dengan baik oleh anak. Tapi namanya juga anak, karena rasa ingin tau mereka, seringkali rambut boneka yang indah itu disisir, diikat, dikepang bahkan digunting layaknya di salon. Dan biasanya setelah itu rambut indah sang barbie akan berubah jadi kusut berantakan dan ga karu-karuan..dan bisa diperkirakan selanjutnya, saya akan ngomel-ngomel karena boneka indah itu sudah tak tampak indah lagi…

Kisah kedua
A memberi mukena pada B. Menurut A mukena itu bagus dan berharap B mau memakainya untuk tarawihan di masjid. Tapi B merasa mukena itu terlalu ‘ramai’ warnanya sehingga B tidak mau memakainya untuk tarawihan di masjid dengan alasan takut menjadi perhatian orang saat sholat dan dia merasa tidak nyaman. Hal tersebut disampaikan pada A dan A marah. A menganggap B tidak menghargai pemberiannya.

Dari 2 kisah ini, ada hal-hal yang saya ambil jadi pelajaran. Pertama, ketika telah memberi, ikhlaskan..tanpa syarat..artinya ketika suatu barang sudah kita berikan pada orang lain, otomatis barang itu sudah sepenuhnya jadi hak pemilik yang baru. Mau diapakan barang itu terserah dia. Bahkan jika dibuang pun, seharusnya kita tidak sakit hati..
Yang kedua, ketika kita memberi sesuatu seringkali yang kita pikirkan adalah apa yang menurut kita baik atau bagus dari sudut pandang kita. Kita tidak tanya dulu pada orang yang akan diberi apakah dia suka atau tidak. Sehingga saat orang yang kita beri tidak suka kita jadi marah dann tersinggung…
Yang ketiga, meskipun barang yg kita beri dirusak atau dibuang, tapi nilai kebaikan dari ‘memberi’ ga akan hilang. Yang mendapat nilai kebaikan adalah prosesnya bukan hasil akhirnya..karena hasil akhir adalah mutlak wewenang Allah..

Lalu apa hubungannya dengan gempa?

Jika rumah diibaratkan barbie, ketika membangun rumah, dan setelah rumah itu jadi, meski di sertifikat tertulis nama kita tapi pada hakekatnya tetap rumah itu bukan milik kita tapi milik Allah. Jadi terserah Allah aja mau diapain. Tapi niat baik kita saat membangun rumah apalagi jika itu merupakan bagian ibadah kita pada Allah..tentu semua ada nilai kebaikan yang ga akan hilang meskipun rumah itu sudah ga berwujud lagi..
Atau mungkin juga kadang kita merasa kita sudah berbuat atau memberi yang terbaik, menurut kita, tapi ternyata Allah ga suka dengan pemberian kita..salah Allahkah?

Yang perlu kita ingat dan kita yakini adalah tidak pernah ada yang salah dengan Allah. Allah Maha Benar Maha Sempurna. Kitalah yang harus mencari tau apa yang Allah suka dan Allah tidak suka sehingga apapun yang kita lakukan , mudah-mudahan, tidak mengecewakanNya dan dapat menambah nilai ibadah kita.

Wallahu a’lam bishshawab

Entry Filed under: hikmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: