Memaafkan…mudahkah??

20 Oktober 2009 Andari

Dulu saya pun mempertanyakan hal ini. Memaafkan?? Nanti dulu! Siapa yg salah? Kenapa kita yg harus memaafkan? Yg salah dong yg harus minta maaf baru setelah itu kita memaafkan. Itu pun tergantung sikap dia sama kita, pantes ga diberi maaf!!

Haduh..haduh..haduh..cape deeeh..bisa ‘penuaan dini’ nih kalau seperti ini…

Sahabat..
Apa sih sebenarnya yg kita cari dlm hidup..permusuhankah? Atau kedamaian? Pasti semua akan memilih jawaban kedua..dan alhamdulillah..itu juga yg sudah saya dapatkan berkat coba-coba untuk mempraktekkan kata di atas…“memaafkan”..

Ceritanya suatu hari seorang teman sebut saja ibu A, main ke rumah. Di tengah obrolan tiba-tiba ibu A memberitahukan kepada saya, kalau ada seorang teman lain, ibu B, menjelek-jelekkan saya di depan teman yang lain.Dan bahwa ibu B tidak suka dengan saya. Saya dengarkan saja ibu A bercerita tentang apa yang dikatakan oleh ibu B. Selesai bercerita, ibu A berpesan pada saya untuk tidak melakukan apa-apa terhadap ibu B agar tidak terlibat masalah. Ibu A takut jika saya bertemu dengan ibu B, saya akan marah karena ibu B sudah menjelek-jelekkan saya. Tapi yang saya lakukan terhadap ibu B justru sebaliknya. Setiap kami bertemu saya mencoba untuk menyapanya ramah, tersenyum dan mengajaknya ngobrol. Begitu yang saya lakukan seterusnya, alhamdulillah akhirnya kini dia menjadi salah satu teman baik saya. Pada kegiatan arisan yang kami ikuti, dia sering mengajak saya untuk duduk di sampingnya, dia mengambilkan saya kue, dan kami bercanda dengan asyik, seakan-akan tidak pernah ada masalah antara saya dan dia. Saat ada teman yang ‘nraktir’ makan, dialah yang selalu mengingatkan untuk mengajak saya….hhmmm…

Cerita kedua adalah saat saya memesan kripik pada teman saya. Saya memesannya untuk suatu acara keluarga. Dan pada hari H ketika pesanan akan diambil, ternyata oleh teman saya kripik itu sudah dijual pada temannya yang lain karena dikira saya tidak jadi beli dan dia pun tidak berusaha menelpon saya untuk menanyakan apakah kripik itu jadi saya ambil atau tidak. Bisa dibayangkan perasaan saya saat itu. Marah?? Jelas. Tapi saya mencoba menahan dan mengatakan pada teman saya, tidak apa-apa toh semua sudah terlanjur terjadi. Beberapa hari kemudian kami bertemu dalam pengajian dan ternyata sikapnya sangat berubah terhadap saya. Dia yang biasanya ramah berubah menjadi kaku. Saat saya ajak bicara, dia seolah-olah terburu-buru untuk segera meninggalkan saya. Tapi saya tidak heran. Saya anggap sikapnya seperti itu karena dia merasa bersalah terhadap saya karena peristiwa beberapa hari sebelumnya. Padahal meskipun saya sempat merasa marah, tapi saya pikir toh semua sudah terjadi dan tidak dapat diulang lagi, jadi saya memilih untuk memaafkannya dan yang lalu biarlah berlalu.
Beberapa kali bertemu, sikapnya masih sama terhadap saya. Dan tiap kali bertemu pula, saya tetap menyapanya dan mengajaknya ngobrol. Saya ingin menunjukkan padanya, bahwa saya sudah tidak marah atas apa yang terjadi. Bahwa saya sudah memaafkan dia. Bahwa dia adalah tetap teman saya. Akhirnya setelah beberapa kali bertemu, dia pun mulai kembali seperti dia yang dulu. Dan hubungan pertemanan kami pun baik-baik saja hingga saat ini.

Sahabat….
Ternyata memaafkan itu mudah dan indah….

Jadi…yuuuk…kita memaafkan…

Entry Filed under: hikmah

3 Comments Add your own

  • 1. nakjaDimande  |  6 Februari 2010 pukul 10:34

    makasi ya bu, ud maapin sayah 🙂

    • 2. Andari  |  6 Februari 2010 pukul 13:56

      haalllaahhh Bundo…dirimu salah apa padaku…yang ada aku yang nyusahin Bundo terus….

    • 3. Andari  |  6 Februari 2010 pukul 13:57

      nyindir niy Bundoooo….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: