Menertawakan yang (seharusnya) Tak Lucu

26 Oktober 2009 Andari

Kejadiannya sudah berlangsung cukup lama, tapi masih sering kali saya ingat, mungkin karena kejadian ini ingin sekali saya tulis dalam blog saya ini tapi belum sempat saja.

Hari itu, saya dan kakak, anak-anak, dan keponakan saya dalam perjalanan pulang dari Jakarta. Karena sampai ke rumah sudah malam dan tidak ada makanan untuk makan malam di rumah, saya memutuskan untuk membeli capcay di kaki lima. Kami parkir dan saya menyuruh anak saya untuk turun dan membeli capcay. Setelah dia pergi, saya sempat memperhatikan bahwa mobil yang parkir di depan mobil kami, memiliki model dan warna yang sama dengan mobil kami. Terpikir dan sempat terucap oleh saya, bahwa kemungkinan saat kembali dari membeli capcay, anak saya akan salah masuk mobil, karena posisi penjual capcay ada di depan mobil itu. Sehingga untuk mencapai mobil kami, anak saya harus melalui mobil itu dulu…


Tunggu punya tunggu…akhirnya saya lihat anak saya keluar dari tempat penjual capcay. Daaaannn….benar saja, anak saya menghampiri mobil di depan kami, dan berusaha membuka pintu mobilnya. Tapi karena terkunci, tentu sajapintu mobil itu tidak dapat dibuka. dia sempat bertieriak-teriak minta dibukakan karena menyangka kami ada di dalam dan menguncinya. Sementara kami yang berada di mobil, tertawa terbahak-bahak. Namun sempat terlintas di pikiran saya, bagaimana jika si empunya mobil datang dan memarahi anak saya. Kekhawatiran itu sempat muncul, namun sedikit terkalahkan oleh rasa geli yang tak tertahankan. Saya bilang pada kakak saya untuk membunyikan klakson agar anak saya sadar kalau dia salah mobil. Tapi kakak saya bilang, biar aja dulu. Saat itu saya masih terbahak-bahak tapi kekhawatiran saya membuat saya berusaha membuka kaca mobil (saat itu gerimis jadi kaca mobil ditutup) untuk memanggil anak saya. Setelah mendengar panggilan saya, barulah anak saya sadar dia telah salah mobil dan segera berlari ke arah mobil kami. Dan meskipun saya lihat dia juga tertawa, tapi saya tahu dia malu dengan kejadian itu. Malu pada kami semua dan mungkin juga pada dirinya sendiri. Malu karena dia jadi bahan tertawaan kami. Namun untuk menetralisir rasa malunya, saya katakan padanya, maaf kalau kami mentertawakannya karena memang kejadian itu lucu, dan dia telah berbuat kebaikan karena membuat kami tertawa.



Sahabat,

Pernahkah anda melakukan suatu kesalahan yang membuat orang lain tertawa dan kemudian anda merasa sangat malu? Atau saat kita menertawakan orang lain, pernahkah kita berpikir bahwa orang yang kita tertawakan itu cukup tersiksa dengan kesalahan yang dia perbuat dan mengharap kita berempati namun kita malah menertawakannya?


Ya…sering kali kita tertawa tidak melihat kondisi. Yang penting kita senang dan merasa terhibur. Seperti cerita di atas, tidakkah kita berpikir bagaimana jika si pemilik mobil datang lalu memarahinya? atau saat dia kesulitan membuka mobil dan berteriak-teriak minta dibukakan, ada rasa kesal mungkin, atau sedikit menderita karena tidak bisa masuk? Namun kita yang melihatnya malah menertawakannya. Bagaimana jika kita yang ada di posisi dia? Maukah kita jadi bahan tertawaan orang lain? Tentunya tidak bukan? Cerita di atas hanya satu contoh kecil dari apa yang mungkin kita hadapi sehari-hari. Tertawa….memang menyenangkan bisa tertawa….namun salah memposisikan tawa bisa membuat orang lain sakit hati…..

Entry Filed under: hikmah

12 Comments Add your own

  • 1. nakjaDimande  |  26 Oktober 2009 pukul 11:26

    makanya dalam kehidupan nyata, aku adalah orang yang sulit tertawa..

    • 2. Andari  |  26 Oktober 2009 pukul 11:52

      selalu berempati, gitu maksudnya???

      • 3. nakjaDimande  |  26 Oktober 2009 pukul 12:16

        sulit tertawa, karena aku harus berpikir dulu hal itu lucu atau tidak.. **dan klo akhirnya aku memutuskan bhw hal itu lucu, tetap saja tak jadi tertawa karena kejadiannya biasanya sudah berlalu..

        • 4. Andari  |  26 Oktober 2009 pukul 12:31

          yaaa…kelamaan sih…justru keasikan bersenda gurau kan terletak pada spontanitasnya itu….tapi gpp..bagus juga..jadi mengingatkan aku juga utk ga sembarangan tertawa… 🙂

  • 5. dira  |  26 Oktober 2009 pukul 15:15

    Betul sekali… Sebaiknya kita tidak mudah menertawakan orang, kecuali orang-orang yg memang dibayar utk membuat kita tertawa.. 🙂

    • 6. Andari  |  26 Oktober 2009 pukul 17:55

      setuju!!

  • 7. Desri Susilawani  |  26 Oktober 2009 pukul 19:10

    kalo aku siy…jiika kumpul dengan para sahabat, sering tertawa sekedar berpartisipsi. ga ngerti apa yang ditertawakan siy….. tapi kalo udah ketemu lucunya bisa tertawa samapai keluar air mata…keterlaluan yak

    • 8. Andari  |  26 Oktober 2009 pukul 19:52

      Kalo ketawanya pas sedang kumpul dengan temen2 apalagi sahabat…kayaknya ga masalah deh…saya juga suka gitu…karena kita kan udah tau kartu as masing2..jadi asik2 aja…
      tertawa tetap perlu asal tau penempatannya…bahkan karena pentingnya tertawa..sampe ada yang bikin klub tertawa lho…hanya supaya bisa tertawa…

  • 9. nh18  |  4 November 2009 pukul 12:09

    HHHmmm …
    Ini postingan sederhana namun sarat akan makna bu …

    Yes Indeed …
    Kadang kita suka tidak sadar … lupa bahwa … yang kita tertawakan itu bisa saja menjadi sedih atau bahkan malu …

    Salam saya Ibu …

    • 10. Andari  |  4 November 2009 pukul 14:14

      tapi kalo mau tertawa mikir dulu kayak Bundo gitu…kan jadinya ga seru juga ya Pak….hehe…pisss Bundo…

  • 11. bagus satrio  |  1 Desember 2009 pukul 10:36

    hahahahaha … mantap !

    • 12. Andari  |  2 Desember 2009 pukul 05:56

      tengkyu Bagus…sering-sering main ke sini yaaa….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: