Jambu Klutuk……..

31 Oktober 2009 Andari

Tau jambu klutuk? atau mungkin lebih dikenal dengan jambu biji. Ya…buah yang satu ini langsung naik daun setelah diketahui memiliki kadar vitamin C yang tinggi dan membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit demam berdarah. Jambu klutuk atau disebut juga jambu biji, karena memiliki biji yang sangat banyak. Mungkin disebut jambu klutuk, karena kalau kita menggigit bijinya akan berbunyi,”klutuk..klutuk..klutuk..” hehehe…

 

Ingat jambu klutuk, ingat juga ketika kecil, jambu ini termasuk buah yang tidak saya sukai. Bukan karena rasanya, tapi karena bijinya yang banyak itu. Saat kecil, saya selalu ditakut-takuti, jika makan biji, biji buah apa pun, maka akan tumbuh pohon dari dalam tubuh saya. Sebagai anak kecil, tentu saya takut sekali. Jadi saya tidak berani menelan biji buah apapun, meski kecil, termasuk biji jambu klutuk ini. Bisa dibayangkan, jika saya makan jambu ini, betapa saya kesulitan untuk mengeluarkan biji ini satu persatu. Dan, yang saya tau, rasa terenak dari buah ini adalah pada bagian yang banyak bijinya itu. jika pun saya harus menelan biji-biji itu, saya akan mengunyahnya sampai halus. Sungguh memakan waktu yang cukup lama dan menyiksa, tentu saja… :D. Itulah mengapa, jambu klutuk termasuk salah satu buah yang sangat tidak jadi favorit untuk saya.

Waktu berlalu…sekarang saya sangat menyukai buah ini. Terutama yang sudah sangat matang, tapi belum busuk. Lho kok bisa??? Ya..karena sekarang ada blender…jadi buah yang sudah cukup matang, dimasukkan dalam blender, tambah air, gula pasir, pencet tombol….dan….jadilah jus jambu biji yang nyammyy…tinggal disaring aja bijinya…beres kan…

Membuat jus jambu biji sudah sering saya lakukan…melihat jambu klutuk pun sudah sangat sering..tapi tiba-tiba suatu ketika..melihat jambu klutuk mengingatkan saya pada salah satu firman Allah pada Q.S Al Insyirah : 5-6

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan…

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Dalam kehidupannya nyata pun, sesungguhnya sesudah kesulitan selalu ada kemudahan. Bahkan tidak hanya sesudahnya tapi bersamanya. Makanya dari yang pernah kubaca, ayat itu juga ditafsirkan, “bersama kesulitan ada kemudahan”.

Mungkin terlalu jauh rasanya jika untuk memahami ayat ini, kita harus melihat dulu ke jambu klutuk. tapi mungkin itu juga salah satu cara kita untuk mentadaburi alam ini. Bahwa, tidak ada satu pun yang Allah ciptakan itu sia-sia. Baik itu karena kita dapat mengambil manfaatnya langsung, ataupun kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Sedikit mengulas mengenai cara menikmati buah jambu klutuk, apakah itu juga menggambarkan cara kita menghadapi masalah di masa kini? Kalau orang dulu lebih ulet dan gigih menghadapi masalah karena keterbatasan sarana yang ada sehingga dipaksa untuk berjuang lebih keras dan menjadikannya tahan banting. Sementara orang jaman sekarang, dengan berbagai fasilitas canggih di sekelilingnya dan segala sesuatu yang serba instan, membuat mereka pun ingin masalahnya teratasi dengan mudah dan instan. Sehingga saat kesulitan menghadang, mereka menjadi mudah stres jika masalah itu tak kunjung selesai. Begitukah???????

Entry Filed under: hikmah

23 Comments Add your own

  • 1. Desri Susilawani  |  31 Oktober 2009 pukul 05:22

    mungkin karena ga terlatih untuk memecahkan masalah ya…jadi gampang stress kalo dapet masalah ….(aku pertama kah?)

    • 2. Andari  |  1 November 2009 pukul 07:52

      tamu pertama…makanannya belum mateng πŸ˜€

      • 3. Desri Susilawani  |  1 November 2009 pukul 13:04

        gimana..?sekarang dah mateng kah? laapeerrr…

        • 4. Andari  |  2 November 2009 pukul 10:10

          udah abiiiizzzz….xixixi…

  • 5. RitaSusanti  |  31 Oktober 2009 pukul 06:21

    Hmm, aku fikir memang seperti itu, karena kita begitu seringnya bahkan mungkin di setiap hal saat ini ditawarkan dengan sesuatu yang instan, sehingga lambat laun itu pun membentuk pola fikir kita bahwa segala sesuatu seharusnya bisa diselesaikan secara instan pula. Padahal kan yah namanya hidup itu tetap harus melalui sebuah proses ya.

    Salam kenal mba, saya link yah blognya . Makasih.

    • 6. Andari  |  2 November 2009 pukul 10:10

      salam kenal juga…makasih ya udah mampir…

  • 7. Wandi thok  |  31 Oktober 2009 pukul 06:36

    Saya jarang makan jambu kluthuk mbak, jadi nggak tahu. πŸ˜†

    • 8. nakjaDimande  |  31 Oktober 2009 pukul 08:08

      ngga ada yang nanya kok mas.. πŸ™„

      • 9. RitaSusanti  |  31 Oktober 2009 pukul 13:56

        Ih Bundo tega sama pak Wandhi πŸ™‚

        • 10. Andari  |  2 November 2009 pukul 10:11

          mulailah sering makan jambu klutuk biar tau… πŸ™‚

  • 11. nakjaDimande  |  31 Oktober 2009 pukul 08:07

    klo aku suka jambu klutuk yang bijinya agak kecil2.. biar bisa dikunyah habis.. aku kan buas, semuanya bisa aku kunyah πŸ˜›

    • 12. Desri Susilawani  |  1 November 2009 pukul 13:05

      ga takut nyangkut di braces bund?

      • 13. Andari  |  2 November 2009 pukul 10:12

        dirimu buas Bun?? berarti KD tambah kerjaan donk jadi pawang.. πŸ˜€
        Iya betul tuh…ga takut nyangkut Bun? Bundo masih membayangkan masa lalu saat belum berpagar….

    • 14. Onnay Okheng  |  2 November 2009 pukul 11:18

      wow..ibu2 lagi pada ngerumpi
      hihihihihi… πŸ˜†

      • 15. Andari  |  2 November 2009 pukul 11:20

        ssstttt….ada yang nguping….eh..memata-matai….

    • 16. Onnay Okheng  |  11 November 2009 pukul 22:43

      hihihi…
      biarkan anak ini ikut nimbrung dunk..
      kan biar tambah asoy hehe.. πŸ˜›

      • 17. Andari  |  12 November 2009 pukul 13:08

        Biar ntar kalo punya istri tau ya..apa sih yang dirumpiin ibu-ibu…

  • 18. Onnay Okheng  |  2 November 2009 pukul 11:22

    maap teh, buat yang ini
    Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan…
    sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

    seharusnya bukan sesudah tapi bersama, karna huruf “bi” artinya “dengan” kalo sesudah brrti “ba’da” hehe.. itu sih yang saya pelajari pas dulu

    hayooo… teh onnay pesen 1 gelas jus jambu, nanti onnay ambil ke rumah ya… πŸ˜€

    salam sayang dari banjaran… πŸ˜€

    • 19. Andari  |  2 November 2009 pukul 11:26

      Yup…betul banget…memang ada yang mengartikan sesudah dan ada yang mengartikan bersama….
      makasih ya diingetin…
      BTW…kayaknya kalo jus jambunya bikin di banjaran lebih irit…ga pake ongkos πŸ˜€

      • 20. Onnay Okheng  |  2 November 2009 pukul 11:35

        nah…kalo di banjaran city kan 1 gelas tuh 4 rbu
        kalo ke soreang pake motor ongkos ga nyampe 4 rbu..
        trus ke rumah teteh, pasti di bekalin oleh2+jus jambu
        hahaha.. [akal bulus hehe.. :lol:] trus nambah umur karna silaturahim..hehehe.. πŸ˜›

        • 21. Andari  |  2 November 2009 pukul 12:17

          ternyata ga sia-sia kang Onnay ini belajar matematika waktu SD…

  • 22. bundadontworry  |  2 November 2009 pukul 11:50

    Salam kenal, Mbak.
    terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.
    kiasan yg cukup jeli, utk menyamakan jambu klutuk dgn gaya dan cara kita menghadapi masalah.
    agar tdk mudah stress, sebenarnya terimalah segala yg ada dgn ikhlas, baik itu musibah maupun keberuntungan.
    Salam.

    • 23. Andari  |  2 November 2009 pukul 12:05

      Makasih nasehatnya Bunda… πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: