Antara Bintang, Cinta, dan Puisi

3 Desember 2009 Andari

Akhirnya…jadi juga sebuah puisi yang entah apa layak disebut puisi. Hanya karena ingin menjawab tantangan Pakde Cholik (lagi-lagi karena pakde Cholik :D)….pada acara PARADE PUISI CINTA

Berpegang pada tips menulis puisi yang ditulis Bundo pada Mendadak Pelatihan Puisi…jadilah aku menulis puisi ini. Jadi kalau ada yang protes, proteslah pada Bundo-ku tersayang yaaa……

Seperti kata Pakde..”paling mudah membaca puisiku karena benar-benar telanjang” (ngutip yang tertulis di ladang Bundo 😉 )..puisiku pun tampaknya begitu. Mungkin karena aku adalah orang yang tu d’poin jadi susah untuk berbasa-basi. Tapi tak apalah…aku memang bukan pujangga sejati. Aku menulis memang hanya karena ingin berbagi…

Dan inilah puisi itu….

Cintanya Bintang

Aku adalah bintang…
Yang hanya tampak saat cahaya temaram
Saat mentari datang aku pun tenggelam

Aku adalah bintang…
Yang selalu merindukan bulan
Meski saat dia datang aku tak selalu riang

Aku tetap menjadi bintang…
Meski hujan deras datang
Karena ku tahu badai pasti berlalu

Bintang selalu dinanti
Langit pun sepi tanpa bintang
Ada apa dengan bintang?

Bintang punya cinta…
Meski tak tampak bintang tetap menebar cinta
Dengan cinta bintang mampu melawan badai…
Ya…karena bintang punya cinta…

*Lagi-lagi puisi ini terinspirasi dari Bundo…*

Entry Filed under: yang katanya puisi

17 Comments Add your own

  • 1. umamah  |  3 Desember 2009 pukul 09:41

    puisi ini sangat menyentuh perasaanku .

    • 2. Andari  |  4 Desember 2009 pukul 04:38

      mungkin karena puisi ini terungkap dari rasa hati yang terdalam…tulus…

  • 3. nakjaDimande  |  3 Desember 2009 pukul 11:28

    kok belum daftar ke pakde..? komen saja di link yang aku bikin di tulisan PPC itu… lalu komen disana

    • 4. Andari  |  4 Desember 2009 pukul 04:38

      iya Bun…seharian belum sempet duduk manis…

  • 5. Pakde Cholik  |  4 Desember 2009 pukul 05:47

    Akupun ingin jadi bintang sperti dirimu
    Ada tepukan tangan yang menggemuruh dalam setiap tampilanku

    Wow…terima kasih atas puisi yang layak menjadi bintang.
    Saya catat sebagai peserta nduk.
    terima kasih atas partisipasinya.
    Salam hangat dari Surabaya.

    • 6. Andari  |  4 Desember 2009 pukul 06:13

      Wah..percaya deh kalo pakde yang tampil pasti sambutannya gegap gempita…

      *ssstt…meskipun nge-link-nya Bundo yang ngerjain, tapi ga KKN lho pakde… 😀

  • 7. Pakde Cholik  |  4 Desember 2009 pukul 05:50

    Seandainya saya masih bujangan sya ingin punya rumah seperti ini.
    Ruang yang serba mini. Tapi isinya lux.
    Warna rumah ini yang senada dengan avatar pemiliknya memang mengajak pengunjungnya untuk bersensasi-ria. he he he
    Mantap rumahmu nduk
    salam hangat dari Surabaya

    • 8. Andari  |  4 Desember 2009 pukul 06:15

      wow…makasih pakde…

      rumah ini saya temukan setelah nyasar kesana kemari mencari bunga yang hilang…ternyata diminati orang yang melintas…

      mudah-mudahan pakde ga kapok berkunjung ke sini…

      • 9. Andari  |  4 Desember 2009 pukul 06:16

        Tapi pakde..kenapa kalau masih bujangan???

  • 10. TupaiTambun  |  4 Desember 2009 pukul 08:36

    dahsyaat, kata2nya puitis banget mbak..

    oh y, sblumnya mu ngucapin salam kenal dari subang.

    • 11. Andari  |  5 Desember 2009 pukul 09:28

      salam kenal juga…makasih udah mampir…

      Waduuuh…sedahsyat itukah? jadi malu….

  • 12. ceuceu  |  5 Desember 2009 pukul 12:32

    puisinya indah.. rumahnya mungil..tapi indah kayak puisi itu.. 🙂

    • 13. Andari  |  5 Desember 2009 pukul 13:14

      Makasih ceuceu…
      sungguh ga nyangka..rumah ini ternyata membawa berkah..dan puisinya ternyata juga disukai…alhamdulillah….

  • 14. umu kamilah  |  7 Desember 2009 pukul 19:49

    wah wah imut rumahnya, manis .. semanis puisinya.. 🙂

    Salam kenal dari Samarinda

    • 15. Andari  |  10 Desember 2009 pukul 04:18

      Mudah-mudahan hati penghuninya juga semanis rumah dan puisinya…

      salam kenal yang manis dari Bandung…

  • 16. manik arum  |  7 Desember 2009 pukul 21:17

    theme blognya keren, seperti surat undangan
    salam kenal dari denpasar

    • 17. Andari  |  10 Desember 2009 pukul 04:19

      Memang bermaksud untuk mengundang sahabat agar senantiasa berkunjung…

      Senang punya teman dari Denpasar..:)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: