Buah hatiku

10 Desember 2009 Andari


Dua bidadariku kini sudah besar. Bahkan yang satu sudah beranjak remaja. Tak henti aku bersyukur dengan kehadiran mereka. Si sulung yang ceria dan dermawan. Meskipun dengannya pula aku sering beradu kata.Meskipun begitu, dialah yang paling perhatian saat aku sakit. Saat aku terbaring, dan sedikit mengaduh, ia langsung datang menghampiri, dan bertanya,”Kenapa mama?” Hatinya lembut meskipun aku harus lebih banyak memutar otak jika hendak membuatnya paham dan menerima aturanku. Saras Tania Andarini namanya. Hitam manis kulitnya, sama seperti kulitku. Untunglah, karena jika ada iklan yang mengatakan bahwa putih itu cantik, aku akan dengan mudah menghiburnya, bahwa kulit kami sama dan kutunjukkan padanya bagaimana untuk selalu mensyukuri apapun yang Allah anugerahkan.

Si bungsu (hmm..aku menyebutnya si bungsu karena menurut dokter aku tak boleh lagi memberinya adik) berkulit lebih terang seperti papanya. Fata Namira Anandari namanya. Manis dan imut-imut. Meskipun ia lebih mudah untuk dinasehati namun hatinya sangat sensitif. Sehingga kalau tak sengaja aku berkata sedikit keras, air mata itu langsung mengalir deras dan hanya bisa terhenti jika sebuah pelukan hangat sudah didapatnya. Sekali waktu saat ia berusia tiga tahun, aku kesal padanya karena sesuatu hal. aku sempat memarahinya dan ia menangis. Karena kesal, lama kubiarkan ia menangis. Tapi kulihat ia melirik-lirik ke arahku berharap aku menghampiri dan memeluknya. Tapi kekesalanku menahan aku melakukan itu. Hingga setelah sekian lama, keluarlah dari mulut mungilnya kata-kata,”Mamaaa…kenapa ade ga dipeluuuuk…”. Dan meledaklah tawaku seketika itu juga dan meredakan kekesalanku. Kuhampiri dan kupeluk ia hingga tangisnya pun mereda…

Oh…putri-putriku tercinta…mereka selalu membuatku tersenyum jika mengingat kejadian-kejadian yang telah lalu. Kadang ada kesal, ada tawa, ada haru, berganti mengisi hidupku. Tapi satu yang takkan lekang oleh waktu, bahwa aku mencintai mereka meski tak selalu dapat kutampakkan dengan kelembutan sikap. Aku memang terkadang terlihat sangat galak dan ‘tega’ (bukan menyiksa lhoo) tapi itu kulakukan karena aku ingin mempersembahkan mereka sebagai berlian-berlian di hadapanNya kelak. Aamiin ya Rabb…..


*Sebenarnya aku berniat menambahkan foto lebih banyak..tapi berhubung sedang lemot dan aku harus segera bersiap untuk pergi, hanya foto ini yang bisa dimuat*

Entry Filed under: anak-anak

9 Comments Add your own

  • 1. nakjaDimande  |  10 Desember 2009 pukul 08:24

    titip peluk buat nia deta, maafkan bundo yang jarang bertemu dengan dua makhluk manis itu..

    • 2. Andari  |  10 Desember 2009 pukul 15:34

      ndak pa-pa Bundo…asal lain kali rendangnya bisa dipertemukan dengan mereka…
      seperti mamanya, mereka cinta banget ma rendangnya Bundo.. đŸ™‚

  • 3. Cara Membuat Website  |  12 Desember 2009 pukul 16:03

    hehehe ..
    membaca cerita si bungsu, aku senyum2 lho mbak. anak2 itu memang sangat polos dan jujur ya, langsung menyampaikan apa yang diharapkan.

    Cara Membuat Web

    • 4. Andari  |  13 Desember 2009 pukul 00:39

      iya..kepolosan mereka mendamaikan…tanpa beban…

  • 5. elia|bintang  |  14 Desember 2009 pukul 06:11

    jadi pengen balik ke masa kecil huehe.. anak kecil itu polos, blm banyak mikir. justru karena polos jadi membahagiakan!

    salam kenal yah! :mrgreen:

    • 6. Andari  |  14 Desember 2009 pukul 13:05

      sayangnya masa kecil takkan pernah terulang…tapi bukan berarti setelah dewasa ga bisa bahagia kaaan???

    • 7. Andari  |  14 Desember 2009 pukul 13:06

      oia…salam kenal juga…

  • 8. Iksa  |  14 Desember 2009 pukul 10:03

    Turut berbahagia membacanya …

    • 9. Andari  |  14 Desember 2009 pukul 13:06

      Seneng bisa membahagiakan Om Iksa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: