Hikmah 9399

21 Maret 2010 Andari

“Catatan yang tertinggal di usiaku yang ke-35”

(diposting di catatan FB-ku pada 10 Maret 2010)

Sahabat….kisah ulang tahunku yang ke-24, yang kutulis kemarin, mungkin hanya sebuah catatan tentang kisah tak bermakna bagi kalian semua. Namun tidak untukku. Mencoba mengurai hikmah dari setiap kejadian, kutemukan, kisah 9399 itu memberiku beberapa hikmah penting. Ya…11 tahun kemudian aku baru menemukannya….

* ….dengan hati yang mulai dongkol, aku hanya duduk dan diam tidak menjawab. Janganlah kau berharap sesuatu dari sesama makhluk ciptaan Allah, karena itu dapat menimbulkan kekecewaan. Hanya berharap dari Allah saja karena Dia Maha Teliti dan Maha Penghitung. Dia tak pernah pula ingkar janji. Syaratnya hanyalah keikhlasan baik saat kita memberi, menerima dan saat berbuat. Ikhlas….LILLAHI TA’ALA………

* …Apalagi dengan adanya nasi kuning yang dibuatkan mamah, cukup menghiburku….Kasih orang tua sepanjang masa…takkan pernah habis. Meskipun amanah telah berpindah, perhatian dan kasih sayang mereka tak pernah pudar. Mengalir air mata tiap kali mengingat mereka. Entah apa aku telah menjadi qurrota a’yun bagi mereka…ataukah aku hanya bisa menyusahkan….ya Rabb..ampuni mereka, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu ku kecil…aammiin..

*…Almarhum kakak iparku, Mas Djuned, yang saat itu duduk di sebelahku, dan berulang tahun tepat sehari setelahku… Ya…Mas Djuned telah tiada. 10 Maret 1999 adalah ulang tahun terakhirnya. Allah memanggilnya pulang di usianya yang baru 32 tahun. Masih sangat muda bukan??… Usiaku kini 35 tahun, bonus 3 tahun dari usianya. Masih sisa berapa tahun lagikah waktuku di dunia ini? Apa saja yang telah kulakukan selama ini? Lebih banyak mana, kebaikankah atau keburukan? Kita semua hanya sedang menunggu giliran untuk dipanggilNya. Pertanyaan yang selalu muncul, sudah siapkah kita? Dan lagi-lagi, jawaban yang muncul adalah belum siap…atau tidak pernah siap? Sahabat…jika kita selalu mengingat kematian yang sangat dekat dengan kita, akankah kita sempat terpikir untuk berbuat jahat kepada orang lain? Mungkin aku belum sebaik yang seharusnya. Yang dapat kulakukan hanya selalu berusaha ke arah itu. Kalau pun ada salah kata dan sikap, aku hanya bisa berkata, aku manusia biasa. Bukan bermaksud mencari pembelaan atau pembenaran tapi itulah manusia, tempatnya salah dan khilaf. Karena yang Maha Benar hanya Allah. Semoga Allah masih memberiku kesempatan untuk memohon ampunan atas dosa dan kesalahan yang kuperbuat, kesempatan untuk memohon maaf kepada handai taulan yang pernah tersakiti olehku, dan kesempatan untuk beramal soleh sebanyak aku mampu… Doakan aku, Sahabat….

Entry Filed under: curhat,hikmah

4 Comments Add your own

  • 1. nizwa11  |  22 Maret 2010 pukul 04:46

    Salam hangat persbtan
    Thanks post sgnt bermanfaat
    Amin…

  • 2. Andari  |  22 Maret 2010 pukul 09:30

    alhamdulillah….
    salam hangat juga…

  • 3. gerhanacoklat  |  24 Maret 2010 pukul 00:29

    selamat ulang tahun sista

    • 4. Andari  |  4 April 2010 pukul 07:05

      terima kasih… 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Maret 2010
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: