“Sms-an tuh!”

16 Desember 2010 Andari

Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya yang membahas mengenai sanksi yang akan diberikan bagi warga yang tertangkap tangan melakukan aktivitas menelepon atau sms saat berkendara, ternyata tidak hanya diketahui dan menjadi perbincangan orang dewasa tetapi juga telah diketahui oleh anak-anak dan membuat mereka cukup kritis melihat satu kejadian meskipun kejadian yang sesungguhnya tidaklah seperti yang mereka pikirkan.Kejadian itu terjadi beberapa beberapa hari yang lalu. Saat itu aku sedang berkendara menggunakan kendaraan roda empat untuk berangkat ke tempat kerjaku. Jalanan yang cukup padat membuat mobilku tidak dapat meluncur dengan leluasa. Di sisi kanan ada sebuah angkutan kota (angkot) yang dipenuhi oleh anak-anak yang entah akan pergi ke mana. Saking penuhnya, pintu belakang angkot itu tidak bisa ditutup bahkan beberapa anak dengan santainya duduk di pintu mobil dan menghadap keluar. Posisi pintu angkot itu tepat di sebelah jendela di mana aku duduk sebagai pengendara. Sehingga mereka pun dengan leluasa dapat melihat aktivitasku di dalam mobil.
Hhmmm…jalanan yang padat membuat mobilku merayap. Tiba-tiba aku merasa sepi. Ada waktu yang kurasa terbuang percuma hingga terpikir olehku untuk menyalakan mp3 murottal Al Qur’an yang rajin ku-download dari sebuah situs di internet dan kusimpan dalam handphone-ku. Tanganku pun bergerak untuk membuka tas dan mengambil handphone yang ada di dalamnya. Saat aku mengklak-klik keypad, tanpa kusadari, anak-anak yang duduk di pintu angkot memperhatikan apa yang kulakukan. Dan serta merta terlontar kata dari bibir mereka,”Tuh sms-an tuh…” Sambil memandang ke arahku. Dan memang tak jauh dari kami, di sisi jalan ada seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas.
Entah, aku sendiri tidak tahu, apa maksud mereka mengatakan itu. Tapi jika mengingat saat ini, pembicaraan tentang sanksi denda sedang hangat-hangatnya, tak salah jika aku langsung berpikir bahwa anak-anak itu berkata seperti itu berkaitan dengan undang-undang tersebut. Meskipun yang kulakukan tidaklah seperti yang mereka pikirkan, namun terpikir juga olehku, bisa jadi jika undang-undang itu telah diberlakukan pada tahun 2011 nanti, apa yang kulakukan tadi bisa membuatku harus membayar denda Rp. 750.000,- walaupun aku hanya menyalakan mp3 di handphone-ku.

Hhmmmmmm…..begitukah? Lalu bagaimana dengan supir angkot itu? Tidakkah ia seharusnya kena sanksi karena pintu kendaraannya terbuka dan membiarkan anak-anak duduk di situ? Bukankah itu lebih berbahaya?

Note : Yang terjadi tidak selamanya seperti yang terlihat

Entry Filed under: Obrolan...

4 Comments Add your own

  • 1. Baju wanita  |  22 Juli 2011 pukul 14:36

    waduh ada lagi peraturan kayak gitu ihh, dmau jdi apa dunia ini?…

  • 2. Rumah  |  27 September 2011 pukul 09:49

    Setiap Peraturan pasti ada manfaatnya ..
    Kita turuti jha peraturan yang ada ..
    Tapi kalau peraturannya dah gk sesuai ma norma2 yang ada ..
    yoi wis ,,,kita ingatkan dan perbaiki bersama .

  • 3. Kuliner  |  1 Desember 2011 pukul 11:01

    wah sabar ya, namanya juga manusia, ga semua bisa satu hati dan pikiran 😉 tetep semangat ok 😀

  • 4. Di Jual Rumah  |  13 Desember 2011 pukul 14:11

    Good Article and Nice Post …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: